Camping Ground Tikus Emas

‎Bupati Bangka Tengah Tinjau Pelaksanaan TKA Tingkat SD SMP

21, April 2026 - 01:28 PM
Reporter : adithan

BANGKA TENGAH, BANGKATERKINI – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menjadwalkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada tahun 2026. Nantinya, pelaksanaan TKA SD dan SMP tersebut akan dimulai dengan Asesmen Nasional (AN).

‎Selasa (21/04/2026) pagi, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, didampingi Kepala Dinas Pendidikan Bangka Tengah, Indrawan, hadir meninjau pelaksanaan TKA tingkat sekolah dasar di SD Negeri 1 Koba. Peninjauan ini sebagai bentuk dukungan kepada para siswa kelas 6 yang menjalani tes, sekaligus memberikan proses dan infrastrukturnya.

‎“Saya memandang anak-anak menjalani tes ini dengan jujur dan gembira. Jujur bekerja sesuai kemampuan masing-masing, dan bergembira, artinya tidak perlu menjadi beban karena bukan merupakan acuan untuk izin,” ujar Algafry.

‎Namun begitu, Bupati Bangka Tengah tetap mengharapkan hasil yang baik yang akan menjadi evaluasi bagi semua pihak, khususnya dalam pelaksanaan pembelajaran siswa selama ini.

‎Hal ini ditegaskan kembali oleh Indrawan, Kepala Dindik Bateng, bahwa anak-anak tidak dipaksa untuk mengikuti TKA dan juga tidak menjadi tolok ukur izin. Namun TKA menjadi sangat penting untuk menetapkan standarisasi pendidikan di Indonesia sehingga setiap siswa diimbau untuk mengikuti tes ini.

‎“Dengan adanya TKA akan muncul skala secara nasional untuk melihat kualitas layanan pendidikan kita. Hal ini baik untuk dijadikan bahan evaluasi kita antar sekolah, mengetahui kekurangan kita (sekolah) di bagian apa dan bagaiman perbaikan kedepannya,” ujarnya.

‎Terkait kekurangan fasilitas, termasuk komputer dan internet, Indrawan menyebut pelaksanaan TKA ini akan dibuat putaran atau pergantian waktu sehingga seluruh siswa bisa melaksanakan TKA.

‎ “Terkait hal ini, eksekusiya ini kami siasasti dengan bagian sesi dan gelombang, yakni ada gelombang I yang pagi, terdiri atas 2 sesi, juga gelombang II untuk siang, juga 2 sesi. Untuk kendala jaringan internet, bagi sekolah yang tidak memiliki jaringan atau susah jaringan internetnya, kami pindahkan ke sekolah yang internetnya lebih lancar,” jelas Indrawan.

Iklan Bangka Terkini