Camping Ground Tikus Emas

Bangka Tengah Siapkan Langkah Antisipasi Kemarau

16, March 2026 - 01:33 AM
Reporter : adithan

‎BANGKA TENGAH, BANGKATERKINI – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah bergerak cepat menanggapi surat Menteri Pertanian Republik Indonesia Nomor: B-73/TI.050/M.03/2026 tentang Antisipasi Dampak Kemarau terhadap Produksi Pertanian. Dalam surat tersebut disebutkan bahwa musim kemarau 2026 berpotensi menimbulkan kekeringan sehingga diperlukan langkah-langkah strategi untuk menjaga produksi pangan nasional dan diperlukan langkah-langkah strategis.

‎Menindaklanjuti surat tersebut, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, bersama Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda, didampingi Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, dan Pertanahan mengadakan diskusi di Ruang Rapat VIP Kantor Bupati Bangka Tengah, Senin (16/03/2026).

‎“Tadi kita sudah berdiskusi terkait surat dari Menteri Pertanian, Bapak Amran, bahwa kita semua harus mengantisipasi perkembangan kondisi cuaca. Kita melihat pola curah hujan ini semakin ke depan mulai sedikit hingga puncaknya di bulan Agustus nanti, itu kita akan mengalami kemarau yang cukup panjang,” jelas Bupati Bangka Tengah.

‎Algafry juga mengatakan fokus utama pengawasan berada pada wilayah persawahan di Namang dan Belilik yang merupakan sentra produksi padi di Kabupaten Bangka Tengah di mana ketersediaan udara menjadi faktor penting yang harus dijaga agar produksi padi tetap optimal.

‎“Kita sudah mulai memitigasi bagaimana para petani kita, khususnya yang memiliki sawah di Namang dan Belilik yang memerlukan pengawasan terhadap pengairannya. Tadi juga bersama teman-teman dari DPUTRP Bangka Tengah kita melakukan langkah antisipasi, bahkan bila perlu kita bekerja sama dengan satker BWS untuk membuat jalur irigasi air tanah agar bisa berfungsi dengan baik,” jelasnya.

‎Selain penguatan infrastruktur pengairan, Bupati Bangka Tengah juga mencatat percepatan pola tanam kepada para petani agar masa tanam dapat berlangsung sebelum periode kemarau mencapai puncaknya.

‎“Kita sudah panen kepada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan agar segera disampaikan kepada seluruh petani untuk mempercepat pola tanam. Kemarin Namang sudah panen, jadi kita diharapkan di bulan April ini segera dilakukan penanaman kembali,” tambahnya.*