Ban Motor Benjol, Kok Bisa? Berikut Penjelasan Honda Babel!

BANGKATERKINI - Ban motor yang benjol merupakan masalah yang cukup sering dialami pengendara, tetapi banyak yang tidak menyadari penyebabnya.
Menurut Hariyansha, Instruktur Safety Riding Honda Babel, PT Asia Surya Perkasa, kondisi ini bisa berbahaya karena dapat mengganggu keseimbangan kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan. “Ban yang benjol tidak hanya membuat berkendara terasa tidak nyaman, tetapi juga bisa menyebabkan kehilangan kendali, terutama saat melaju dengan kecepatan tinggi,” ujar Hariyansha.
Salah satu penyebab utama ban motor benjol adalah tekanan angin yang tidak sesuai. Jika tekanan angin terlalu rendah, dinding ban akan bekerja lebih keras menahan beban dan bisa menyebabkan lapisan dalam ban melemah hingga akhirnya benjol. Sebaliknya, tekanan angin yang terlalu tinggi juga dapat membuat ban lebih rentan terhadap benturan, yang bisa merusak struktur dalamnya. “Selalu periksa tekanan angin sesuai dengan rekomendasi pabrik agar ban tetap dalam kondisi optimal,” tambahnya.
Faktor lain yang sering menjadi penyebab ban benjol adalah benturan keras dengan lubang jalan atau benda tajam. Ketika ban terkena benturan keras, lapisan dalamnya bisa mengalami kerusakan yang tidak terlihat dari luar. Dalam beberapa waktu, kerusakan ini bisa berkembang menjadi benjolan. “Apalagi jika sering melewati jalan yang rusak dengan kecepatan tinggi, risiko ban benjol semakin besar,” kata Hariyansha.
Selain itu, kualitas ban juga berperan penting dalam mencegah masalah ini. Ban yang sudah aus, retak, atau bahkan memiliki kualitas rendah lebih rentan mengalami benjol. Hariyansha menyarankan agar pengendara selalu menggunakan ban yang berkualitas baik dan menggantinya jika sudah menunjukkan tanda-tanda keausan yang parah. “Jangan hanya tergiur harga murah, karena kualitas ban sangat berpengaruh pada keselamatan berkendara,” tegasnya.
Jika ban motor sudah terlanjur benjol, satu-satunya solusi terbaik adalah menggantinya dengan yang baru. Jangan mencoba memperbaiki atau menambal bagian yang benjol, karena ini hanya akan memberikan solusi sementara yang tetap berisiko. “Jangan anggap sepele, segera ganti ban yang benjol agar tidak membahayakan diri sendiri maupun pengendara lain di jalan,” ujar Hariyansha.
Sebagai langkah pencegahan, Hariyansha menyarankan pengendara untuk selalu melakukan pengecekan rutin pada kondisi ban sebelum berkendara. Pastikan tekanan angin sesuai, hindari jalan rusak jika memungkinkan, dan gunakan ban berkualitas baik agar perjalanan tetap aman dan nyaman. “Keselamatan di jalan dimulai dari kondisi kendaraan yang prima, jadi jangan abaikan kondisi ban,” tutupnya.