Camping Ground Tikus Emas

Harga Pakan / Pelet Tinggi, Harga Ikan Lele Naik

07, March 2022 - 05:46 PM
Reporter : adithan
Ari Arpandi ketua Pokdakan ikan Lele dan Gurame yang terletak di Kelurahan Arung Dalam Kecamatan Koba
Ari Arpandi ketua Pokdakan ikan Lele dan Gurame yang terletak di Kelurahan Arung Dalam Kecamatan Koba

BANGKA TENGAH, BANGKA TERKINI - Konsumsi ikan lele di tengah-tengah masyarakat saat ini, tidak dipungkiri masih menjadi salah satu komoditas primadona dalam memenuhi nilai gizi sehari-hari, tak terkecuali juga bagi masyarakat Bangka Tengah.

Namun, tingginya permintaan konsumsi ikan lele inipun tidak berbanding lurus dengan produksi ikan lele yang masih terbilang rendah.

Hal ini disampaikan oleh Ari Arpandi ketua Pokdakan yang terletak di Kelurahan Arung Dalam Kecamatan Koba. Saat ini memang ia sedang fokus dalam budidaya ikan lele dan ikan gurame, Senin (07/03/2022).

"Memang terjadi kenaikan harga pelet yang signifikan, kenaikan harga pelet ini terjadi setiap pekan dan kenaikannya secara bertahap berkisar Rp 10.000  hingga Rp 30.000 per karung 30 kg dan ini sudah terjadi sejak awal bulan Februari," ujarnya saat dijumpai di kolam budidaya.

Hal ini dijelaskan Ari dikarenakan usia produksi ikan yang sudah memasuki masa panen, Lele yang diproduksi ini memang 100 persen murni mengandalkan pakan jenis pelet dan tidak ada pakan yang lain.

"Kalau sekarang ini kebutuhan pelet kita per hari bisa mencapai 20 kg, karena memang sudah memasuki usia panen dan kondisi usia lele seperti sekarang ini memang sedang tinggi-tingginya kebutuhan terhadap pakan," jelasnya.

Mensiasati, membengkaknya biaya produksi Ari Arpandi bersama  kelompoknya melakukan berbagai langkah, seperti menaikkan harga jual lele, membuat pakan alternatif dengan cara pembibitan pakan dan fermentasi pakan, serta membuat produk olahan lele bumbu atau dikenal dengan lele ungkep. 

"Ya mau gak mau kita naikkan harga jual dan membuat pakan alternatif, apalagi pelanggan kita ini rata-rata minta ukuran lele 7 ekor atau 6 ekor per kilo. Untuk menuju ukuran tersebut, dibutuhkan pakan yang tidak sedikit ditambah resiko gagal panen akibat kematian yang semakin besar," pungkasnya. (BOM)